Kekeringan akibat kemarau berkepanjangan berimbas warga kesusahan air bersih akibat sumur jadi kering mulai terbantu bersama turunnya hujan.

Suyatinah, salah satu warga Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, hujan turun berlangsung semenjak sepekan terakhir, biasanya dua jam di dalam sehari.

Hujan turun yang melanda lokasi tersebut, dianggap Suyatinah, meski belum menjadi sinyal tibanya musim penghujan, tetapi memadai membantu. Sejumlah tanaman di halaman tempat tinggal serta di kebun mulai bersemi sehabis mengalami kekeringan hampir selama lima bulan lebih.

Kolam ikan bersama terpal dengan nilai harga terpal yang lumayan murah bersifat kotak dan bulat untuk daerah budidaya ikan air tawar lele, nila yang mula-mula kering, kini mulai terisi air.

 

Suyatinah bahkan menyebut, saat hujan turun ia sengaja laksanakan proses menabung air bersama mempergunakan terpal, bak plastik, jerigen serta tower penampung air. Air hujan yang ditampung sebagai tabungan air bersih sering dilaksanakan olehnya saat hujan turun. Meski hujan belum teratur melanda lokasi tersebut.

Air tampungan hujan, diakuinya, lebih dari satu disaring mempergunakan susunan batu, pasir, ijuk, koral serta arang pada bak khusus untuk penjernih air.

“Air sesudah itu diendapkan dan mampu dimanfaatkan untuk keperluan mencuci piring bahkan mandi. Karena untuk air bersih untuk memasak mampu diperoleh dari sumur yang debitnya belum besar. Sebab hujan belum teratur turun,” terang, Suyatinah, salah satu warga Penengahan.

Menabung air hujan saat hujan mengguyur udah sering dilaksanakan oleh warga sejak bertahun-tahun silam. Meski air hujan yang mampu ditampung terbatas, tetapi tampungan air mampu dipergunakan untuk mencukupi keperluan sehari-hari.

Kolam ikan lele yang mengandalkan air hujan bahkan mulai terisi bersama air selama hujan turun. Kolam bersama kedalaman satu mtr. untuk kolam terpal bulat dan setengah mtr. untuk kolam terpal, mulai terisi air hujan untuk budidaya ikan.

By toha