Landasan Sosial Pendidikan

Landasan Sosial Pendidikan

Landasan Sosial Pendidikan

Dalam pelaksanaannya, pendidikan juga bertumpu pada landasan sosial. Pendidikan dasar kemasyarakatan menekankan pendidikan dalam proses memperhatikan kondisi dan proses sosial yang berlangsung dalam suatu masyarakat atau bangsa. Kondisi sosial suatu masyarakat akan mempengaruhi terselenggaranya bidang pendidikan, seperti proses pembelajaran, pengembangan kurikulum dan pola kerjasama antara sekolah dan masyarakat. Basis sosial pendidikan terdiri dari kekuatan-kekuatan sosial yang terus berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Kekuatan tersebut dapat berupa kekuatan nyata dan potensial yang mempengaruhi perkembangan pendidikan dan sosial budaya serta dinamika masyarakat.
Basis sosial pendidikan mengkaji kondisi sosial dan pendidikan dalam terang prinsip-prinsip pemecahan masalah ilmiah dan atas dasar nilai-nilai demokrasi.

Karena konsep masyarakat dan budaya saling bergantung, maka konsep sosial budaya digunakan untuk menentukan tempat pendidikan dalam masyarakat. Keterkaitan antara pendidikan dan kehidupan sosial budaya suatu masyarakat dan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam perkembangan pendidikan dan perkembangan suatu masyarakat. Kajian konsep sosial budaya berfokus pada pembahasan: (1) karakteristik sosial budaya; (2) transfer sosial budaya; dan (3) hubungan sosial budaya dengan pendidikan. Ketiga hal tersebut dijelaskan di bawah ini.

 

Karakteristik sosial budaya pendidikan

otensi manusia, yaitu otak, mampu menghasilkan budaya; hasil potensi, yang tercermin dalam hasil manusia yang berbeda, merupakan sumber pendidikan budaya. Budaya adalah pengalaman manusia yang universal; manifestasi lokal dan lokalnya unik. Sosial budaya bersifat dinamis, tetapi juga dinamis, dengan perubahan yang konstan dan permanen. Koentjaraningrat (1974) mengemukakan bahwa kebudayaan mengandung unsur-unsur universal, yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi, dan sistem seni. Penampilan elemen sosial budaya masyarakat yang berbeda adalah unik.

Semua masyarakat memiliki unsur budaya bahasa, tetapi tidak ada dua bahasa yang identik. Setiap budaya memiliki hubungan dan kesamaan, tetapi mereka tidak identik. Keanekaragaman atau keunikan unsur-unsur sosial budaya dibentuk oleh keragaman lingkungan dan sejarah perkembangan suatu masyarakat. Budaya itu stabil dan dinamis. Unsur-unsur sosial budaya biasanya bertahan dan stabil dalam jangka waktu tertentu, tetapi kontak budaya dan perubahan lingkungan mempengaruhi terjadinya perubahan budaya (inkulturasi dan akulturasi). Pendidikan memegang peranan penting dalam perubahan sosial budaya manusia. Sosial budaya membentuk karakter suatu masyarakat.

Transfer sosial budaya pendidikan

Penelitian pendidikan sosiokultural mengalami perubahan terminologi (istilah) dari waktu ke waktu. Istilah tersebut meliputi enkulturasi (peradaban), sosialisasi (koreksi), pendidikan dan persekolahan. Istilah ini sangat penting untuk dipelajari dalam dunia pendidikan karena berguna untuk menjelaskan gejala-gejala yang terjadi di bidang pendidikan. Herskovits (1964) berpendapat bahwa enkulturasi dan sosialisasi memiliki sifat yang sama, aspek pengalaman belajar yang memberikan karakteristik khusus atau membedakan orang dari makhluk hidup lain, dan bahwa orang memperoleh kompetensi dalam budaya mereka melalui penggunaan pengalaman hidup.

Enkulturasi adalah proses kebiasaan sadar atau tidak sadar yang terjadi dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh norma-norma budaya. Proses inkulturasi bersifat kompleks dan berlangsung seumur hidup, dan setiap fase kehidupan berbeda dalam hal aset budaya yang dialami. Fungsi enkulturasi adalah untuk mempengaruhi perubahan respon individu terhadap perilaku budaya yang diakui secara sosial untuk menghasilkan perilaku hidup budaya. Setiap individu memiliki sejumlah mekanisme perilaku yang diwariskan dan dapat berubah karena pengaruh budaya masyarakat. Perilaku individu dipengaruhi oleh sosial budaya masyarakatnya.

 

Hubungan sosial budaya dengan pendidikan

UU no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I, Pasal 1.2, menyatakan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berakar pada nilai-nilai agama, budaya bangsa Indonesia, dan daya tanggap. terhadap tuntutan zaman. Jadi pendidikan di Indonesia di festival. Sumber Rangkuman Terlengkap : SarjanaEkonomi.Co.Id