Instagram Hapus Tampilan Like

Instagram kini menjadi keliru satu tempat sosial yang paling digemari warga dunia tidak cuman Facebook. Sayangnya, banyak orang yang berburu likes terbanyak untuk eksis di tempat sosial ini demi mendapatkan pernyataan spesifik atau demi mendapat endorsment. Ciri-ciri membeli like Instagram wajib kamu ketahui sehingga tak keliru pilih selebgram untuk endorsement, nih!

Sejarah Instagram

Instagram pertama kali dirilis terhadap 6 Oktober 2010 oleh penemunya yaitu Mike Krieger dan Kevin Systrom. Di minggu pertama perilisan, Instagram langsung mendapat 100 ribu pengguna, lantas meningkat menjadi 1 juta pengguna di dalam waktu 2 bulan.

Penggunanya tetap meningkat, khususnya waktu memasuki pasar Amerika Serikat dan Asia. Di Indonesia, tempat sosial ini menjadi terkenal terhadap tahun 2012, dan dikenal luas tiga tahun setelahnya hingga kini. Total pengguna Instagram terhadap Juni 2018 meraih 1 miliar pengguna di semua dunia. Wow!

Pemanfaatan Instagram kini tidak hanya dijadikan sebagai tempat sosial daerah bermacam Info di dalam wujud foto, video, dan caption. Tapi juga menjadi tempat bisnis menjual membeli maupun iklan digital. Makanya, keluar lah makna influencer atau selebgram di Instagram.

 

Instagram Hapus Tampilan Like

Tampilan jumlah like terhadap foto yang dibagikan di Instagram diakui menjadi ajang ‘mencari pengakuan’ bagi para penggunanya. Maka dari itu, di pertengahan tahun 2019, Instagram menjadi menghapus tampilan jumlah like ini secara bertahap.

Mulanya hanya di lebih dari satu negara di benua Amerika, lantas menyusul di lebih dari satu negara lainnya juga lebih dari satu pengguna di Indonesia.

Mulanya, tampilan jumlah like tercantum di dalam wujud angka. Namun, kini jumlah like hanya bisa dilihat oleh pemilik akun tersebut, bukan untuk khalayak umum atau follower-nya dengan smm panel termurah.

Kebijakan ini menuai kontroversi, apalagi untuk para influencer yang membutuhkan tampilan jumlah like untuk manrik datangnya iklan digital maupun endorsement. Tapi, sepertinya pihak Instagram belum berencana menarik kebijakan ini.

Dalam pernyataan yang diunggah di Twitter, pihak Instagram berpendapat bahwa penghapusan jumlah like mempunyai tujuan sehingga pengguna fokus terhadap foto dan video yang dibagikan, bukan mengejar jumlah like yang didapat.