efek samping penyakit hipertensi

Efek samping penyakit hipertensi pada tubuh tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung hingga memicu stroke, ternyata berdasar ulasan deherba.com hipertensi juga bisa memicu sejumlah keluhan pada organ tubuh lain.

Apa Saja Efek Samping Penyakit Hipertensi?

Mungkin Anda pernah mendengar penyakit stroke atau jantung sebagai penyakit yang kerap muncul akibat efek samping penyakit hipertensi yang berkepanjangan. Tapi efek dari hipertensi tidak berhenti di kedua penyakit tersebut. Ada sejumlah kondisi lain yang potensial menjadi komplikasi dari penyakit hipertensi, seperti beberapa kondisi berikut.

Gangguan fungsi ginjal

Organ ginjal merupakan filter bagi tubuh, termasuk di antaranya mengatasi kelebihan mineral dan unsur lemak kolesterol yang acapkali menjadi penyebab hipertensi. Kelebihan ini akan disalurkan menuju ginjal untuk kemudian dikeluarkan melalui urin. Bila pasien kerap mengalami hipertensi, maka ginjal juga harus terus menerus bekerja ekstra.

Kondisi ini menyebabkan fungsi ginjal menurun. Bahkan mungkin memicu gangguan fungsi yang fatal dan permanen. Tidak sedikit kasus gagal ginjal berangkat dari penderita hipertensi, dan pasien seumur hidup bergantung pada terapi hemodialisis atau cuci darah.

Penurunan fungsi otak

Sebagian besar fungsi otak sangat bergantung pada kecukupan oksigen di dalamnya. Selain juga aspek nutrisi nutrisi seperti asam lemak, protein dan sejumlah mineral yang berperan dalam proses kerja otak.

Karena sirkulasi darah yang tidak bekerja optimal, pasien hipertensi menahun harus mengalami kondisi dimana otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi. Sekaligus membuat penderita hipertensi rentan untuk mengalami masalah demensia, stress, depresi dan lain sebagainya.

Disfungsi ereksi

Keluhan lain yang kerap muncul seiring dengan hipertensi adalah disfungsi ereksi. Karena pasien hipertensi pada umumnya memiliki masalah dengan sirkulasi darah dan kesehatan pembuluh darah. Sehingga aliran darah menuju penis dan organ vital lain tidak berjalan dengan lancar. Hingga sulit untuk penis mengalami ereksi, karena untuk ereksi diperlukan aliran darah yang kuat menuju penis.

Di sisi lain, kendala juga terjadi pada fungsi saraf. Kebanyakan kasus hipertensi juga akan mengalami gangguan fungsi saraf. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, karena suplai oksigen yang tidak maksimal menuju otak. Akibatnya, system saraf tidak mampu bekerja optimal, termasuk dalam merespon rangsangan.

Ini menyebabkan otak tidak cukup peka menangkap sinyal atau stimulasi seksual yang diberikan. Tidak cukup efektif menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk ereksi terjadi.

Gangguan fungsi penglihatan

Penyakit hipertensi selalu berkaitan dengan sirkulasi darah yang tidak berjalan dengan baik. Sementara setiap sel tubuh membutuhkan suplai nutrisi dan oksigen. Ini merupakan tugas utama dari darah untuk menghantarkannya ke seluruh tubuh.

Efek samping penyakit hipertensi adalah sel sel tubuh kerap kali tidak mendapatkan cukup suplai darah. Yang artinya juga tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. Ini membuat organ mata mengalami penurunan fungsi.

Gangguan fungsi tulang

Efek samping penyakit hipertensi satu ini mungkin tidak banyak disadari. Tetapi tulang banyak dipengaruhi oleh sirkulasi darah. Dan efek dari penyakit hipertensi yang sudah menahun adalah gangguan pada kekuatan dan soliditas tulang.

Hipertensi kerap kali terjadi karena kadar mineral dalam tubuh tidak berimbang. Secara alami, tubub akan mencoba menyeimbangkan kondisi ini dengan menarik kalsium dari dalam tulang. Akibatnya justru komposisi kalsium dalam tulang menurun.

Padahal, di sisi lain kalsium yang tadi diserap dari tulang ini pada akhirnya hanya akan terbuang menuju ginjal. Untuk nantinya dibuang melalui urin. Akibatnya sel sel tulang baru tidak memiliki cukup kalsium. Menyebabkan tulang lebih rapuh dan kehilangan kesolidannya.

 

By Nurul K