5 Cara yang Bisa Dicoba Agar Merdeka Finansial

Waspada! Kenali 4 Masalah Keuangan Agar Bisa Merdeka Finansial Tanpa  Pinjol, Nomor 3 Paling Sering Dirasakan - Semua Halaman - Cerdas Belanja

Ketika kamu sudah memiliki uang yang cukup untuk memenuhi hidup tanpa harus kerja keras lagi, cukup, dan bebas dari utang, bisa dikatakan kamu sudah mencapai kemerdekaan finansial. 

 

Iya, kemerdekaan finansial bisa jadi merupakan impian semua orang. Tapi, belum tentu semua orang tahu dan mau memulai melakukan banyak hal untuk mencapainya. 

 

Bisa dikatakan, pandemi menjadi salah satu titik balik bagi banyak orang untuk mulai berpikir cerdas terkait keuangan, aset, dan rencana hidup ke depannya. Situasi yang tak terduga seperti pandemi di tahun 2020 lalu, banyak berdampak pada perekonomian terutama mereka yang kehilangan pekerjaan, bisnis yang surut, hingga sektor pariwisata yang jatuh dan kini sedang berusaha bangkit kembali. 

 

Tidak muluk-muluk harus punya banyak uang dan kerja tanpa batas untuk capai kemerdekaan finansial. Kamu bisa memulainya dengan 5 cara dan langkah sederhana berikut ini. 

 

Jangan tunda buat anggaran belanja dan prioritas keuangan

Cara awal yang wajib dilakukan agar kemerdekaan finansial bisa dicapai adalah dengan membuat anggaran belanja dan prioritas keuangan. Dengan adanya catatan ini, kamu jadi bisa tahu, penghasilan per bulan digunakan untuk apa saja dan berapa persentasenya untuk masing-masing jenis kebutuhan. 

 

Tanpa adanya catatan dan anggaran ini, kamu akan sulit melihat dan mengevaluasi bagaimana kondisi keuangan sekarang. Begitu juga jika ada pemborosan atau pengeluaran tak terduga, akan sulit mendeteksinya jika tidak ada catatan yang jelas. 

 

Dana darurat dan asuransi kesehatan adalah hal wajib

Coba cek lagi, setelah gajian, apa yang biasanya terlintas di kepalamu? Jajan? Beli baju? Belanja? Atau bayar cicilan?

 

Sama pentingnya dengan bayar cicilan sebagai kewajiban, kalau mau merdeka secara finansial, kamu harus mulai sadar pentingnya dana darurat dari sekarang. Alih-alih jajan atau memenuhi hal konsumtif, kamu dapat memulainya dengan menyisihkan tabungan dan dana darurat di awal setelah menerima gaji. Dengan begitu, meski sedikit, kamu akan punya tabungan untuk kebutuhan mendesak. Nggak harus tunggu sampai ada sisa untuk bisa menabung. 

 

Selain dana darurat yang bisa menyelamatkan di masa depan, asuransi kesehatan juga sama pentingnya. Jika asuransi swasta preminya masih terlalu mahal untukmu, minimal kamu wajib punya BPJS kesehatan dengan pembayaran premi yang rutin. Dengan begitu, kamu punya sedikit jaminan keamanan jika sewaktu-waktu jatuh sakit dan butuh tindakan medis. 

 

Kalau sudah lebih stabil dan naik secara finansial, barulah kamu bisa mulai pertimbangkan asuransi kesehatan tambahan, asuransi kejiwaan, dana pensiun, dan yang yang lainnya. 

 

Belajar kenali investasi, dimulai dari yang risikonya rendah

Banyak orang yang salah langkah dalam mengatur keuangan. Di mana orang-orang ini cenderung mengutamakan investasi alih-alih menabung atau menyimpan dana darurat. Idealnya, kamu harus punya tabungan dulu untuk hidup selama minimal 3 bulan ke depan jika tanpa penghasilan. Baru setelahnya, kamu bisa mulai melangkah ke investasi dan mempelajari instrumen yang tersedia. 

 

Terkait investasi, juga jangan latah ikut-ikut orang yang sudah jauh lebih berpengalaman dan pro dalam mengatur portofolio. Jangan juga langsung ambil investasi yang risikonya tinggi seperti saham, tanpa mempelajari atau tahu ilmunya lebih dulu. 

 

Jika kamu pemula, kamu bisa memulai dari reksadana atau investasi emas, sambil mengalokasikan dana untuk membeli aneka buku atau webinar sharing terkait jenis & ilmu investasi. Dengan begitu, investasi akan jadi lebih aman. 

 

Hindari gonta ganti barang dan beli hanya karena tren

Gaya hidup secara frugal dan minimalis dapat menjadi pilihan terbaik jika kamu ingin segera merdeka secara finansial. Kedua gaya hidup ini menekankan fungsi barang dan pengeluaran sesuai dengan kegunaannya semaksimal mungkin. Dengan kata lain: hemat, menahan keinginan, dan memprioritaskan kebutuhan. 

 

Dengan gaya hidup ini, kamu perlu menghindari berbelanja atau membeli barang secara cepat, bergonta-ganti, hanya demi mengikuti tren. Selain bisa menambah tumpukan barang atau sampah di rumah, ini juga termasuk pemborosan yang bisa menghambat kamu mencapai kemerdekaan finansial. 

 

Batasi pendaftaran dan penggunaan fasilitas kredit

Punya fasilitas kredit seperti kartu kredit atau kredit online cicilan bulanan, bisa sangat bermanfaat untuk transaksi sehari-hari dan mengatur pengeluaran. Akan tetapi, di tengah gempuran layanan kredit yang makin inovatif, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih layanan kredit yang sesuai kebutuhan. 

 

Pilih layanan kredit sesuai aktivitas yang sering kamu jalankan. Misalnya kamu suka belanja bulanan di supermarket, maka kartu kredit bank yang banyak promo belanja, bisa menjadi pilihan. Kalau kamu suka traveling, maka kartu kredit atau layanan kredit online yang menyediakan promo atau reward setiap transaksi akomodasi travel, bisa dipilih. 

 

Apabila kamu mau ambil cicilan barang incaran, nggak perlu harus punya atau daftar kartu kredit. Sebab ada kredit online cicilan bulanan seperti Kredivo yang bisa kamu coba. Daftarnya mudah, proses approvalnya juga cepat. 

 

Kredivo bisa digunakan di 1000+ merchant ternama seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, JD.ID, Erafone, ZARA, H&M, dan masih banyak lagi. Opsi cicilannya juga beragam dan nggak kalah dengan kartu kredit. Kamu bisa ambil cicilan 0% dengan tenor 30 hari atau maksimal 3 bulan. Bisa juga ambil cicilan dengan tenor 6/12 bulan, dengan suku bunga hanya 2.6% per bulan, tanpa uang muka. 

 

Tertarik coba? Yuk, daftar Kredivo dan download aplikasinya di Google Play Store atau App Store.